Andhy Fathoni

tentang sebuah perjalanan…

The Greatest EarthQuake !!!

with 2 comments

Ketika itu, 27 Mei 2006… Sehabis subuh..saya menyempatkan diri memulai pertandingan babak kedua di dunia mimpi.. Tubuh ini begitu lelah… Entahlah..dengan mudah mata saya menjelajahi dunia mimpi. Pukul 6 kurang dikit, samar samar saya terbangun..ada sedikit goncangan di tubuh saya. Sedikit?? ya, sedkit… Saya masih belum bangun… Tiba2 Ndi!! bangun!! disertai ‘gaplekkan’ temen saya di tubuh saya. Betapa kaget saya, kamar diguncang hebat, sungguh hebat!! Saya lari tunggang langgang ke luar dan akhirnya gempa berhenti. Begitu hebatnya gempa, tubuh ini masih bergoyang ke kanan dan ke kiri meski pada hakekatnya gempa sudah berhenti. Saya tidak berani melangkah karena hampir pasti akan terjatuh melihat tanah yang masih labil. Semua orang ada di luar rumah dan kosnya. Belum lama kemudian tersiar kabar seorang mahasiswi patah kaki karena lompat dari kosnya di lantai 2. Saya tidak bisa menyalahkan kehendak gadis itu. Saya sangat maklum. Keadaan begitu genting, untuk berjalan saja benar2 tidak bisa seimbang…


Setelah gempa benar2 berhenti, kami ramai2 mencari radio mengingat kamar kami yang berantakan, listrik mati dan sebagainya. Di radio, disiarkan bahwa gempa tadi sebesar 4 pada skala richter. Akhirnya dari kos teman itu, saya balik ke kos. Saya masih belum terlalu khawatir, yah tidak akan ada korban jiwa, pikir saya.. Sampai di kos, betapa kagetnya saya. Sebagian kos saya ambruk. Kamar saya termasuk parah, banyak bagian retak dan patah. Namun begitu, saya masih punya pikiran akan ujian responsi. Saya tidak tahu bahwa di Bantul dan Kulon Progo banyak orang meregang nyawa… Ketika sedang belajar, saya dikejutkan teman kos saya yang kembali dari perjalanannya menuju kos. “Cah, tsunami cah… tsunami…!!”, “tenan gak ngapusi… kabeh uwong do ngalor…!!. Hati saya benar2 terkejut mendengar berita itu.. Saya menuju ke selokan mataram melihat situasi. Subhanallah, inikah suasana kiamat yang disebutkan Allah dalam surah Al Fiil?? Jogja benar2 kacau, semua orang memikirkan dirinya sendiri.. motor2 bertabrakan. Di jalan kaliurang terjadi kemacetan yang luar biasa. Semua orang bergerak ke utara, yang sedang ke selatan disuruh balik ke utara, yang turun dari bis disuruh naik lagi, yang tidak kenal jadi sok kenal (minta boncengan), ada ibu2 yang menangis di pinggir jalan karena tidak tahu harus kemana. Sementara ribuan orang juga turun dari kaliurang ke seatan karena menduga gempa dari merapi. Sekedar catatan, setelah gempa memang ada awan panas besar dari merapi.
Masjid di dekat kos mengumumkan agar segera mencari tempat aman karena air laut sedang naik… Mendengar itu, semakin yakinlah saya bahwa sedang ada tsunami. Pilu hati saya mendengarnya… Saya hanya bisa terduduk di samping selokan mataram tanpa terpikir untuk lari. Air mata benar2 membanjiri pipi saya. Coba anda pikir, jika ai sudah sampai jogja, apa yang terjadi dengan Pleret kota saya yang jelas2 berada di pesisir pantai? Telfon untuk keluarga tidak bisa tersambung. “Mungkinkah hp dan telepon rumah sudah trndam air??”Teman2 kos bersimpati kepada saya dan membantu dengan memakai hp mereka juga dengan telepon kos untuk menelfon keluarga saya. Saya sudah berpikir yang tidak2. Jangan2….ah…pikiran itu hanya membuat saya makin menangis…tiba2 terbayang wajah adik yang selalu saya marahi…upff…dia sedang tersenyum…senyum yang mengundang tanda tanya… Ibu dan Ayah saya dimana saya tidak bisa berbakti dengan baik pada mereka… Saya benar2 belum bisa menerima… Saya sudah pasrah ketika itu, tapi mas Syukri menguatkan hati saya sekaligus tetap berjuang menghubungi mereka… Ucapan alhamdulillah akhirnya merekahketika datang telepon dari ortu saya.. hati benar-benar lega…Setelah itu?? Semua cerita seakan tertutup kelegaan hati saya….

Written by fathonezic

May 9, 2008 at 8:41 am

Posted in It's my Life

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Allah…
    Tak terbayangkan betapa besar kuasa-Nya. Hanya dengan peringatan kecil-Nya saja, telah benar-benar terjadi apa yang digambarkan-Nya. Manusia bagai anai-anai..Satu sama lain tiada saling mengingat, pada saat itu…
    Lalu bagaimana ketika kiamat benar-benar terjadi nanti??

    Ah..,blog ini benar-benar mengingatkanku akan suasana pagi itu. Mengingatkanku betapa dekat & kerasnya siksa-Nya..

    NUR

    May 10, 2008 at 6:43 am

  2. Allah…
    Tak terbayangkan betapa besar kuasa-Nya. Hanya dengan peringatan kecil-Nya saja, telah benar-benar terjadi apa yang digambarkan-Nya. Manusia bagai anai-anai..Satu sama lain tiada saling mengingat, pada saat itu…
    Lalu bagaimana ketika kiamat benar-benar terjadi nanti??

    Ah..,blog ini benar-benar mengingatkanku akan suasana pagi itu. Mengingatkanku betapa dekat & kerasnya siksa-Nya….

    nur

    May 10, 2008 at 6:50 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: