Andhy Fathoni

tentang sebuah perjalanan…

FT UGM dalam Dunia Riset

with 2 comments

Fakultas Teknik adalah fakultas terbesar di lingkungan kampus biru, Universitas Gadjah Mada. Di tengah hiruk pikuk kota Yogyakarta, Fakultas Teknik mulai menahbiskan diri sebagai salah satu pemain utama di bidang penelitian.

“Riset di fakultas Teknik sangat luas. Meliputi berbagai jurusan seperti Teknik Nuklir, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Elektro, Mesin, Industri, Geologi sampai pada bidang perencanaan yaitu Teknik Sipil dan Arsitektur,” kata Ir. Harry Sulistyo, S.U., Ph.D., Wakil dekan kemahasiswaan dan riset Fakultas Teknik UGM, ketika memulai pembicaraan dengan Warta Teknik. Dengan luasnya lingkup keilmuan Fakultas Teknik UGM, hasil penelitiannya pun sangat beragam. Setiap jurusan memiliki ciri khas penelitian tersendiri. Namun, menurut Ir. Harry, pada dasarnya penelitian di Fakultas Teknik dapat dibagi menjadi dua yaitu penelitian dasar (fundamental research) dan penelitian terapan (applied research). Luasnya keilmuan Fakultas Teknik masih ditambah dengan kenyataan bahwa setiap jurusan di Fakultas Teknik UGM berdiri sendiri sehingga tidak saling kait mengkait.

Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam bidang penelitian, tak heran jika banyak hasil penelitian civitas Fakultas Teknik yang terkenal. Salah satu penelitian yang terkenal adalah riset tentang bambu hasil kreativitas Prof. Morisco, guru besar jurusan Teknik Sipil. Selain itu, Teknik Kimia pernah menghasilkan penelitian tentang Enhance Oil Recovery. “Hasil penelitian sangat banyak. Sayangnya penelitian-penelitian tersebut tidak terdata dan terdokumentasi dengan baik oleh Fakultas,” lanjut Dr. Harry, yang juga salah satu dosen di Jurusan Teknik Kimia UGM.

Budaya Riset di Fakultas Teknik

Sebelum UGM mencanangkan target research university, peran civitas akademika Fakultas Teknik dalam dunia riset tidak bisa dibilang sedikit. Selain aktivitas dosen dalam penelitian, klub-klub riset atau diskusi ilmiah mahasiswa mulai banyak bermunculan dalam 10 tahun terakhir. Namun, menurut Ir. Harry Sulistyo, jumlahnya belum signifikan jika dibandingkan dengan besarnya potensi civitas Fakultas Teknik yang merupakan Fakultas terbesar di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bagi mahasiswa, bentuk riset yang sering dilakukan baru sekedar penyaluran hobi. Sebagai contoh, para mahasiswa yang tergabung di Lembaga Penelitian dan Kajian Teknik Aplikatif (LPKTA). Selain itu, di beberapa lembaga penelitian mahasiswa, riset yang dlakukan memiliki tujuan untuk memperkuat dasar keterampilan teknis mahasiswa. Diluar itu, kebanyakan penelitian mahasiswa dilakukan karena adanya tuntutan kurikulum seperti pembuatan Tugas Akhir. Hal ini diamini oleh Dr. Eng. Khasani, S.T., M.Eng., dosen Teknik Mesin dan Industri.

Beberapa tahun terakhir, gairah riset di Fakultas Teknik mulai menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini dapat dlihat dari semakin banyaknya proposal penelitian yang masuk dan diikutkan ke berbagai lomba seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Grant Karya Inovasi atau program penelitian Due Like. Presentase proposal yang dibiayai juga semakin meningkat. ”Tahun 2007, dari 25 proposal yang masuk, 21 diantaranya dibiayai oleh DIKTI. Presentase ini jauh lebih tinggi dibandingkan fakultas-fakultas lain di UGM. Di Fakultas Farmasi, dari 45 proposal 36 diantaranya dibiayai. Meski dari segi jumlah kalah, namun presentase Teknik masih lebih tinggi. Dari tahun ke tahun, peningkatan gairah ilmiah di Teknik ini memang sangat menggembirakan,” tutur Ir. Harry Sulistyo, S.U., Ph.D.,

Dengan semakin meningkatnya minat terhadap dunia riset/ilmiah, prestasi-prestasi mulai bermunculan. Dalam setiap penyelenggaraan Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional (PIMNAS), civitas Fakultas Teknik selalu memberikan sumbangan medali bagi UGM. Selain itu, di perlombaan lain, Fakultas Teknik tidak pernah ketinggalan menempatkan mahasiswanya dalam daftar podium. Beberapa prestasi itu antara lain menjuarai kontes robot line follower di ITB selama dua tahun berturut-turut, podium di Lomba Cipta Elektroteknik Nasional, serta menjuarai Sampoerna Young Entrepreneurship Challenge. Yang paling fenomenal diraih oleh tim dari Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (Kamase) Teknik Fisika dengan menjadi juara utama (major winner) Mondialogo Engineering Award. Kejuaraan ini merupakan kompetisi antar mahasiswa Teknik di seantero dunia yang diinisiasi oleh UNESCO dan DAIMLER.

Selain mahasiswa yang berhasil meraih prestasi tinggi, para dosen ikut memberi sumbangan prestasi. Program Hibah Kompetisi berhasil diraih oleh beberapa jurusan. Selain itu, beberapa hasil penelitian dosen berhasil dipresentasikan di berbagai negara. ”Meski jumlahnya masih sedikit namun hasil yang diraih sangat membanggakan. Contohnya, ibu Dwikorita dari Geologi yang hasil karya gempanya sudah dibawa kemana-mana. Kemudian ada Ir. Jamasri, Ph.D. dari Teknik Mesin. Di Teknik Kimia, ada bapak Supranto dan ibu Siti Syamsiah. Siti Syamsiah bahkan mendapatkan Riset Unggulan Terpadu Internasional (RUTI) bekerjasama dengan universitas di luar negeri. Namun memang harus diakui bahwa dibandingkan dengan populasi di Fakultas Teknik, presentasenya masih kecil meski secara kuantitas sudah cukup banyak,” tutur Dr. Harry.

Progam pemacu minat riset

Sementara itu, untuk memacu gairah penelitian, Fakultas dan Jurusan menerapkan kebijakan program yang terintegrasi. Salah satu program nyata dari Fakultas adalah dengan memberikan insentif untuk setiap proposal penelitian yang masuk. Hal ini berlaku untuk semua proposal, baik nantinya dibiayai maupun tidak. Menurut Dr. Harry Sulistyo, insentif untuk setiap proposal adalah Rp. 150.000,00. Sejauh ini, insentif yang diberikan oleh Fakultas Teknik jauh lebih besar dari insentif yang diberikan fakultas lain di lingkungan Universitas Gadjah Mada. ”Alhamdulillah, Fakultas Teknik memberikan insentif yang terbesar. Ada Fakultas yang membiayai Rp.50.000,00 dan Rp.100.000,00. Tapi Teknik berani membiayai tiap proposal Rp.150.000,00. Dengan adanya insentif ini jumlah proposal yang masuk cukup menggembirakan. Ketika tahun 2005 yang masuk sedikit, tahun 2006 bisa mencapai 50 proposal,” tambahnya.

Program-program Fakultas ini tentunya tidak akan berjalan tanpa adanya elaborasi program dari jurusan. Di Jurusan Teknik Fisika, peningkatan gairah penelitian salah satunya dilakukan melalui perkuliahan. Hal ini diimplementasikan dengan metode Research based Learning (pembelajaran berbasis penelitian). Dr. Alexander Agung, S.T.,M.Sc., wakil pengurus jurusan bidang akademik, mengungkapkan bahwa sebelumnya perkuliahan hanya diisi pertemuan di kelas dan pembelajaran melalui materi-materi yang ada di text book. Namun saat ini materi-materi perkuliahan diarahkan pada hasil penelitian yang ada. ”Saat ini, implementasi di jurusan ini sedang dirumuskan. Untuk level yang terendah, mahasiswa hanya mereview penelitian yang sudah ada. Namun, untuk level yang lebih tinggi, penelitian benar-benar involve dalam pembelajaran. Sebagai contoh, dosen memiliki penelitian, dari bahan penelitian tersebut bisa dijadikan topik pembelajaran mahasiswa. Dosen mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan penelitian tersebut,” katanya. Namun, masih menurut Dr. Alexander Agung, bukan berarti adanya muatan penelitian akan mengurangi pembelajaran yang sesuai dengan silabus. Muatan penelitian disini hanya menjadi aspek pengayaan.

Beberapa dosen menerapkan metode tersendiri dalam memacu gairah penelitian mahasiswa. Di beberapa mata kuliah, mahasiswa diwajibkan membuat tugas akhir berupa alat yang merupakan aplikasi mata kuliah tersebut. Menurut Arditya Yulinggar, mahasiswa Teknik Fisika angkatan 2005, tugas akhir ini selain memaksa mahasiwa untuk berfikir kreatif juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan troubleshooting perangkat teknis. ”Kalau selama ini kita hanya belajar dari buku, dengan metode ini kita jadi lebih mengenal secara langsung aplikasi mata kuliah dalam dunia nyata,” sebut Linggar yang juga mantan Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Fisika (FKMTF) se-Indonesia tahun 2007.

Beberapa, jurusan lain seperti jurusan Teknik Mesin dan Industri memberlakukan metode serupa. Mahasiswa di akhir pembelajaran diminta membuat suatu alat/karya yang merupakan aplikasi dari mata kuliah yang telah dipelajari. Metode ini dijalankan di semua program studi yang ada di jurusan ini, yaitu Teknik Mesin dan Teknik Industri. Untuk lebih memacu mahasiswa, Jurusan Teknik Mesin dan Industri (JTMI) juga memberikan subsidi sehingga membantu permasalahan finansial mahasiswa dalam menyelesaikan karya di tiap mata kuliah. Dana subsidi sendiri diambil dari dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) mahasiswa. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Eng. Khasani, S.T., M.Eng., PPJI Bidang Akademik Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM. ”Selain itu, dalam berbagai proyek seperti proyek terpadu atau proyek kompetisi mahasiswa diminta merancang sesuatu. Setelah jadi kemudian diteliti performancenya. Sehingga dari segi kurikulum, mahasiswa memang sudah diwajibkan untuk melakukan penelitian,” tambahnya. Laboratorium di jurusan ini pun sangat terbuka. Bahkan mahasiswa, terutama yang sudah masuk tahap tesis dan skripsi, sangat dianjurkan untuk stand by di laboratorium.

Selain berbagai program yang dirancang Fakultas dan Jurusan, lembaga penelitian mahasiswa Fakultas Teknik juga ikut ’berjuang’ menaikkan budaya riset mahasiswa Teknik. Beberapa lembaga tersebut antara lain, Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (Kamase), Instrumentation Research and Application Group (IRAG) dan Kelompok studi Reaktor di jurusan Teknik Fisika. Di Jurusan Teknik Elektro ada Feedback dan Magatrika, PAKSIMA di Teknik Mesin serta Lembaga Penelitian dan Kajian Teknik Aplikatif (LPKTA) yang berdiri di bawah BEM KM FT UGM. Beberapa lembaga mahasiswa tersebut melakukan berbagai kegiatan seperti seminar, kuliah umum dan diskusi panel untuk memantik minat mahasiswa. LPKTA sendiri baru-baru ini mengadakan seminar tentang riset yang menghadirkan pembicara dari LIPI. Di bidang penelitian interdisipliner, Cendekia Teknika (CT) menjadi salah satu lembaga terdepan. CT sering mengadakan diskusi ilmiah untuk memantik ketertarikan mahasiswa.

Kendala yang dihadapi

Kurang bergairahnya budaya riset di Fakultas Teknik bukannya datang tanpa sebab. Berbagai kendala yang dihadapi menjadi hal yang tak terelakkan. Salah satu kendala yang mencolok adalah ketersediaan dana. Kurangnya dana yang ada menjadikan banyak proposal terbengkalai. Menurut Ir. Harry, dana penelitian yang tersedia tidak merepresentasikan proposal yang masuk. Pemberian dana juga bukan lagi berdasar kualitas namun lebih pada pemerataan di seluruh Indonesia. Selama ini, dana penelitian banyak didapat dari grant karya dan Dirjen DIKTI. Karena terbatasnya dana penelitian, beberapa jurusan membina hubungan dengan perusahaan/pihak luar. Contohnya jurusan Teknik Kimia dengan PT Kaltim Methanol Industri, Teknik Elektro dengan PT Schneider dan Microsoft, Teknik Mesin dengan Kyushu University, dan Teknik Fisika dengan PT Korindo. Pembinaan hubungan penelitian ini bisa dalam bentuk pemberian dana atau bantuan peralatan.

Bagi para dosen, posisi struktural di jurusan, fakultas dan universitas menjadi kendala tersendiri. Amanah yang diampu menjadikan waktu penelitian setiap dosen berkurang. ”Terkadang pekerjaan administrasi saja sudah menyita waktu. Akhirnya seseorang yang memiliki potensi namun berada di struktural akan menghadapi kendala. Hal ini terjadi karena arah struktural dan lab berbeda. Terutama ritmenya,” tegas Ir. Harry Sulistyo.

Terlepas dari kendala teknis pra dan saat penelitian, pemasaran produk pasca penelitian juga menjadi kendala yang cukup mengganggu. Menurut Dr. Eng. Khasani, hasil penelitian belum tentu digunakan lebih lanjut meskipun sejak awal bekerjasama dengan instansi tertentu. Kebutuhan industri yang lebih mengutamakan nilai ekonomis menjadi ganjalan perkembangan teknologi berbasis penelitian. Tentunya, sebagus apapun hasil penelitian tersebut, jika secara ekonomis kurang menarik, tidak akan banyak perusahaan yang membeli dan menggunakan produk tersebut dalam proses produksinya. [fath]

Written by fathonezic

May 2, 2008 at 4:25 pm

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. hidup teknik, FT UGM jaya -)

    hokya

    August 20, 2009 at 1:50 pm

  2. good job!!!!
    lanjutkan !!
    tingkatkan!!
    cayo!!!!

    dipta

    March 1, 2010 at 5:09 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: