Andhy Fathoni

tentang sebuah perjalanan…

Dan UGM pun Kutembus

with 2 comments

Hari ini aku memasuki masa-masa jenuh dalam mengerjakan Tugas Akhir. Alhamdulillah… Penelitian alamku yang memakan waktu 2 bulan dan jujur saja sangat mengoyak fisikku telah berakhir. Kalo kuingat masa-masa aku harus naik gunung, bikin levelisasi, ikut metain, dslb bener-bener gak sanggup lagi deh.

Paper utama ku sudah selesai. Aku sudah sampai bab 4 tapi anehnya, BAB 3 malah belum di ACC. hehe. agak aneh ya. Setahun yang lalu, aku sempat punya mimpi buat rekor, lulus 3 tahun pas dan wisuda November. Eh, apa daya, aku tak mampu. Tapi semangat itu membuatku meluapkan segala daya mengejar prestasi meski akhirnya Allahlah yang menentukan.

Kemarin, aku sempat mengingat lagi masa-masa perjuanganku memperebutkan satu kursi di UGM. Saya ingin berbagi cerita. Semoga bisa menjadi inspirasi.

Ketika kelas 2 SMA, saya punya cita-cita masuk Akpol. Saya sudah capek jadi bahan olok-olokan karena saya anak polisi. Maklum, image polisi saat itu sangat buruk. Saya bertekad setiap melihat para polisi apel, suatu saat saya harus bisa memimpin apel seperti ini dan suatu saat akan saya berantas judi togel yang saat itu sangat marak. Setiap hari saya berlatih fisik. Saya melatih foot work dan kekuatan otot kaki. Saya berjanji, bahwa saya akan memiliki fisik yang sangat kuat. PR saya setiap hari adalah skipping 1000 kali per hari. Dan itu adalah angka minimal. Lambat laun, saya mulai merasakan perubahan. Dahulu, jika saya lomba lari maraton, saya pasti ada di peringkat akhir. Namun,. entah kenapa saya akhirnya bisa berada di peringkat satu sekelas dengan jarak sangat jauh dari yang lain. Kaki ini seperti sangat mudah melangkah. Sangat ringan. Latihan foot work saya juga membuat kaki saya sangat lincah. Latihan bulutangkis di klub sangat lancar. Banyak yang kaget dengan perubahan saya. Teman yang dulunya sulit saya gapai, dengan mudah saya kalahkan. Namun pada akhirnya, Allahlah yang menentukan. Sebuah kecelakaan fatal membuat pergelangan saya retak halus. Hampir 1 bulan saya sulit menulis. Namun penyembuhan berjalan lancar. Saya masih berharap saya bisa masuk Akpol. Semuanya saya mulai lagi. Namun, air mata ini akhirnya muncul. Performa tangan saya menurun sangat jauh. Jika dipakai kerja berat, rasanya sangat sakit. Terlebih jika musim mulai dingin, sakit sekali. Karir bulutangkis saya berhenti total. Dan diakhir kelas 2, diskusi saya dengan Bapak menyatakan bahwa saya dilarang masuk Akpol. Bapak sangat khawatir dengan beban yang mungkin ditanggung oleh tangan saya seperti push up dsb.

Dengan perasaan yang sangat berat, akhirnya saya memutuskan untuk kuliah. Kelas 3 adalah waktu yang berat. Tiap hari, saya belajar di rumah Hasan sejak pukul 8-11 malam. Saya menembus malam yang sangat mencekam. Tapi saya yakin, mati dalam perjalanan untuk mendapatkan ilmu adalah syahid. Semangat saya menggebu-gebu. Di akhir semester 1, saya meraih rangking 2paralel sekolah. Suatu hal yang sangat diluar dugaan karena di kelas saya ada rangkin 1 dan 2 paralel abadi. Nilai saya untuk pertama kalinya banyak dihiasi angka 9. Sungguh luar biasa.

Di libur sekolah, dengan berbekal uang tabungan ditambah uang saku dari ibu, saya berangkat ke Bandung. Niat saya hanya mau lihat kampus-kampus terbaik disana. Ada 3 kampus yang membuat saya cukup tertarik, UNIKOM, ITB dan STT Telkom. Berbekal nilai yang cukup baik, saya ikut program PMDK di beberapa kampus. Salah satunya kampus di Bandung tersebut. Hasil pertama keluar, saya tidak diterima di PMDK salah satu yayasan dimana saya memilih jurusan di PTN ternama Yogyakarta. Namun, misi saya jelas. Bandung!! Saya tidak ikut mendaftar UM UGM ketika itu. Saya sangat yakin akan diterima menilik tradisi PMDK SMA saya yang sangat bagus. Teman-teman saya mulai banyak yang diterima PMDK seperti di UGM, UNY, IPB atau UNS. Saya masih optimis namun mulai sombong. Saya pernah berkata pada teman saya yang diterima PMDK UGM,”Wah, di UGM ya. Siap-siap aja kepanasan. Kalo aku di Bandung, dingin hehe” Sangat sombong. Akhirnya hasilnya keluar 2 hari menjelang pendaftaran UM UGM ditutup. Saya menunggu sampai pukul 8 malam. Dan nama saya tidak ada dalam daftar. Sungguh sakit hati saya. Untuk kedua kalinya saya gagal.

Malam itu, saya kembali menata hati saya. Finally, saya mendaftar UM UGM dan USM ITB. UM UGM ketika itu adalah hari terakhir. Saya belajar tiap hari untuk menghadapi ujian UM UGM dan USM ITB. Uuuuh, siang malam saya berhadapan dengan soal. Target saya, setiap hari, saya harus menaklukkan minimal 400 soal. Militan sekali yach. Ditengah kesibukan itu, saya mendapat berita lagi. Lamaran PMDK yang lain di Fakultas Kedokteran salah satu PT terkenal kembali gagal. Saya sampai berfikir, apakah memang saya ditakdirkan penuh dengan kegagalan?? Dan ujianpun datang. Dengan persiapan matang, soal terlihat sangat mudah. Terlebih matematika dasar dan Fisika yang saya babat.

Saya ingat sekali, bulan juni hari Kamis saya berangkat ke ITB untuk registrasi ulang. Di angkot menuju ITB, saya pikir, akhirnya nasib akan membawa saya ke ITB. Namun, ternyata saya lupa bawa akta kelahiran. Saya sudah melobi panitia habis-habisan namun gagal. Tapi saya diperbolehkan registrasi ulang hari minggu. Dengan hati yang menangis, saya pulang ke Wates. Saya merasa tidak mungkin mengejar minggu. Namun saya akan mencoba. Di rumah sekitar pukul empat pagi, begitu pintu dibuka, ibu bilang ada pengumuman UGM. Wah, saya lupa kalau ikut UM UGM. Dan HP bapak langsung saya buka. ternyata benar, saya diterima di UGM. Saya sempat bingung, ITB atau UGM ??

Dan akhirnya saya memilih UGM. Sungguh bahagia hati saya meski saya mengambil ludah sendiri dengan kuliah di Jogja. Alhamdulillah ya Allah… Takdir Allah memang tidak ada yang tahu. Namun kita harus selalu mencoba dan mencoba…

Keep trying guys !!

Written by fathonezic

November 2, 2008 at 7:12 am

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah senasib sekali, tapi bedanya ITB-nya tidak saya ambil dulu, haha

    fakultas apa ?

    hokya

    August 30, 2009 at 1:04 am

  2. saya juga tidak saya ambil ITB nya. ITB nya FTSL.

    fathonezic

    August 30, 2009 at 3:45 am


Leave a Reply