Alur Instrumentasi dan Kontrol
Teknik Kontrol, Teknik Kendali, Instrumentasi dan Kontrol, atau Elektronika dan Instrumentasi. Semuanya sama. Gak ada beda. Intinya tetep Kendali/Kontrol. Nama lainnya masih ada, di ITS namanya Teknik Pengaturan. Walah-walah…
Yapz, seharusnya seperti apa alur pembelajaran Teknik Kontrol yang benar??
Ilmu Kendali bagaimanapun tidak bisa dipisahkan dengan Instrumentasi. Seorang Instrument engineer biasanya secara otomatis menjadi Control engineer di berbagai perusahaan. Disini, Instrumentasi pengukuran menjadi dasar yang harus dikuasai seorang calon Control Engineer. Dasar Fisika dan Matematika yang kuat akan membantu dalam memahami sistem pengukuran terutama pengukuran mekanis yang cukup rumit. Berbagai fenomena pengukuran fisis baik bentuk fenomena linear maupun non linear akan banyak dibahas. Cocok, di Teknik Fisika, semester 1 dan 2 dapat dasar Fisika yang kuat dan semester selanjutnya ada Elektronika dan Sistem Pengukuran serta Instrumentasi. Setelah dasar-dasar itu kuat, seorang pembelajar bisa melanjutkan ke Dinamika Sistem untuk belajar pemodelan sistemnya. Pemodelan sangat penting karena teknik kendali tidak akan bisa diterapkan dengan tanpa model sistemnya. Kecuali sistem itu menggunakan Automatic Control tanpa relay seperti PLC dan DCS. Meski di beberapa bagian masih dibutuhkan model sistem dan fungsi transfernya, terkadang dengan PLC kita bisa coba-coba (trial and error). Tentunya itu dilakukan di simulator. Baru deh setelah identifikasi sistem, calon insinyur kendali boleh belajar Teknik Kendali dasar dengan PID serta beberapa metode kontrol seperti Zieger-Nichols dan Root Locus methods. Buku-buku bagus sangat banyak seperti bukunya Norman Nise (Control Systems Engineering) yang sangat sistematis sehingga sangat memudahkan pembacanya.
Setelah dapat pengetahuan Teknik Kendali Dasar, tinggal mahasiswa mau kemana. Sistem Kontrol saat ini sudah banyak yang beralih ke Kontrol Modern untuk mengatasi berbagai masalah Kontrol Klasik. Jika mau masuk industri, maka mahasiswa harus belajar Kontrol Proses sebagai dasar. Pemahaman tentang proses sangat penting disini. Kalau mau berkarir di bidang pertahanan, sistem Kontrol Digital yang banyak dipakai di pengontrolan peluru kendali bisa didalami. Yang pasti, dengan memasuki dunia ini, setiap lulusan Teknik Fisika pasti siap dan berani mengatakan, “We can control everything!!!”
Ups, bagaimana menurut anda dunia Teknik Instrumentasi dan Kontrol ?? Ada beberapa hal yang jadi pertanyaan mahasiswa, antara lain, bidang kontrol seperti apa yang harus dikuasai jika ingin bersaing di dunia industri ?? Trus, kira-kira, kemana Instrumentasi dan Kontrol seharusnya diarahkan di Indonesia ini ?? Yuk, share….
asalamu’alaikum
Sukces selalu bagi SMA 1 karena tidak melupakan daerah asli kulon progo.sebab kota masa depan adlah kulon progo bagi DIY ,alhamdulillah keponakan saya diterima diSMA I ini AMIN
sayid jumiant
July 6, 2008 at 4:28 am
ass
wah kreatif jg km, trus berkarya ya!!
untuk industri msh bnyk pake algroritma PID tuk kontrol proses yg dikombinasikan ma cascade,ratio,feedforward, decoupler dll..skrng dah jamannya Advanced Process Control (APC) tuk optimasi kontrol kayak MPC, JST, Fuzzy dll yg kelak akan embedded/diaplikasikan ke DCS..
yah pelajari ja regulatory control dulu (PID,cascade,ratio dll) ma dasar2 pengukuran jgn lupa final elemnt (control valve), baru ke APC..
pak nazrul tuh kompeten banget ttg kontrol cerdas, ambil aja ilmunya.setauku alumni yg jago ilmu2 kontrol cerdas itu wisnu fistek’01 (skrng S2 di PINK ITB), km konsultasi ja ke dia Ok!
capt. arrax
July 13, 2008 at 4:17 am
Hy. .Mohn bntuan y ka. .Ak msh klz 2,tp pgn ke fistek. .Ak seneng fska,tp klo ambl I&C kudu jgo komputr dn ga gaptek. .Sdgkn ku rda2 gaptek. .Gmn dunk ka? Thx b4
E=mc2
December 16, 2008 at 9:45 am
tenang dek
kan semuanya dipelajari ketika kuliah
dan ada mata kuliah dasarnya
dijamin kamu gak gaptek setelah semester 4 soalnya hampir semua tugasnya pake komputer
semangat ya…
kknpanggang2
December 17, 2008 at 3:21 am
Wah mas Fathoni ini semangat sekali.
Meskipun sudah cukup lama lulus dari TF & sudah juga tercebur di bidang Instrumentation & Control (AKA Control System Engineering atau apapun orang menyebutnya…) cukup lama, asyik juga baca tulisan sampiyan.
Anak muda, tetap semangat!
Ali G
January 13, 2009 at 7:21 am
Nice Post. Untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan
kang abet
February 9, 2009 at 3:39 am
mas, numpang tanya..
kira2 elins ugm sama Tek Fisika prospeknya byk [bagus] yg mana ya??
coz aq pengen masuk ke hal2 yg ke-energian, tp jga pengen yg per-komputeran…nyuwun sarannya..
ikhwan
February 17, 2009 at 3:37 pm
mw nanya,,,,kira2 di bagian drilling migas ,,,,apa teknik fisika juga ada andilnya????????????di bagian apanya???makasih
ti2h
February 23, 2009 at 1:17 pm
ijin save yaa
batam
March 3, 2009 at 3:36 am
ehm…numpang lewat yah…saya mahasiswa tekfis ITS
senyawa88
May 29, 2009 at 6:55 am
@ikhwan….
sulit belajar energi di elins….
maka, pilihlah tekfis… dua2nya ada…
@ti2h
bagian kendali mbak…
maintenance-instrumentasi-teknik fisika
power-elektro yg pegang
mesin-anak mesin dong
proses-teknik kimia
@batam
oke
@senyawa-selamat datang di blog saya
andhy
June 7, 2009 at 11:15 pm
mas,aq udh masuk tek.elektronika dan instrumentasi…pinginya seh msk tek.fska…hehehe…apa ya perbedaanya dua jurusan ini???
anggi
July 30, 2009 at 2:52 pm
perbedaan paling mendasar, di elins tidak diajarkan mekanika fluida dan termodinamika serta berbagai ilmu yang berhubungan dengan proses. hal ini mengakibatkan lulusannya kurang dapat beradaptasi dengan fenomena kimia/fisika yang terjadi di berbagai indstri proses seperti di perminyakan. ilmunya terlalu oriented ke elektronik. namun, banyak juga elins yang masuk perminyakan karena memang tenga instrumentasi masih sedikit dan lulusan teknik fisika belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut
andhy
July 30, 2009 at 11:29 pm