Jogja di Sela Detik-detik

Fajar di keremangan…
Mengokohkan mata-mata bisu
Terpekur oleh mimpi penghabisan
Sebelum bencana datang tanpa salam…
Derek suara gempa berdecit-decit
Auman manusia membahana
Bumi meriuhkan suasana
Jogjaku hancur kala kedipan beranjak semenjana….
Ya robbi…
Merdu tangis kami membanjiri separuh hati..
Yang rapuh sebelum mimpi terpenuhi
Malaikat maut tak lagi bersembunyi…
Mengambil nyawa tanpa permisi…
Ya Robbi…
Kucur darah ….
Pakaian kami saat ini
Air mata…
Sajadah suci bagi kami…
Sipuh kata-kata
Memohon pertolongan diri
Aku memejam…
Menunduk…
Menggamit sisa-sisa tawa…
Beserta segelar nurani…
Kuucap maaf tiada berhenti…
Gempa Jogja sudah 1 tahun berlalu. Namun bekasnya masih terasa. Sangat terasa…