Archive for December 2007
Kamase menjuarai Mondialogo Award 2007
Sebuah berita yang sangat menggembirakan datang dari Mumbay, India. Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (Kamase) sebagai wakil UGM dan Indonesia serta bekerja sama dengan Jurusan Teknik Elektro dan Komputer, Curtin University of Technology berhasil menjadi major winner pada kejuaraan Mondialogo Engineering Award yang diselenggarakan oleh Daimler Chrysler dan UNESCO.
Kemenangan ini tentunya membuka mata setiap pihak di Indonesia karena disaat perhatian terhadap energi terbarukan masih kurang, kami dari Kamase justru menjuarai suatu kejuaraan internasional. Benar-benar membanggakan. Tentunya, kami dari Kamase memohon doa dari setiap pihak agar kami tetap bisa menjadi duta untuk perkembangan energi terbarukan di Indonesi
Jurusan berprospek dalam 5 tahun kedepan
Harus diakui, idealisme menjadi pertimbangan paling penting dalam pemilihan jurusan.
Hanya saja, tidak salah rasanya jika kita memilih jurusan berdasarkan prospek ke depannya
Disini saya ingin coba mengungkapkan sedikit dari hasil ‘investigasi’ saya terhadap perkembangan industri dan efeknya untuk prospek jurusan.
Ketika air bersih sulit didapat…
Hari ini, aku iseng-iseng nonton TV di rumah. Maklum, di kos aku jarang nonton TV. Acara yang sangat menarik. Ada pembahasan tentang seseorang yang menjadi buruh air. Ia menyusuri sungai Citarum setiap hari untuk menjual air bersih. Ternyata, air bersih itu sangat diminati. Hal ini menjadi sangat maklum setelah saya tahu bahwa daerah itu sangat sulit mendapat air bersih. Air disana sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Pencemaran dari dunia industri sudah tidak dapat ditolerir. Air menjadi sangat kotor dan tidak jernih. Jika dilihat, warnanya kehijauan dan sebagian kehitam-hitaman.
Ironis tentunya ketika kita tahu ternyata masih ada daerah di Indonesia yang keadaannya seperti itu. Kepekaan pemerintah selayaknya dipertanyakan. Bagaimana kita bisa mendapatkan generasi hebat jika apa yang mereka konsumsi tidak bersih??
Di tempat lain, Gunung Kidul, banyak warga yang ketika musim kemarau harus berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan beberapa botol air bersih. Kalaupun ada tangki air, harganya sangat mahal. Mungkin hal ini jauh dari pikiran kita. Indonesia berada di daerah tropis tapi sulit mendapatkan air bersih. Kejadian di Guning Kidul menyulut Kamase untuk sebuah proyek di Mondialogo Engineering Award.
Di Kulon Progo, Sungai-sungai besar tertutup oleh ganggang hijau. Sayangnya, ganggang itu justru dibuang anpa berarti apa-apa. Pembuangannya pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena diperlukan beberapa orang berbayar untuk menyingkirkan ganggang yang membuat air sungai tidak bisa mengalir. Sayang?? Jelas. Buka mata, hanya di Indonesia !!!
Eksistensi Pendidikan Kenukliran
Pendidikan Teknik Nuklir di Indonesia sudah berlangsung selama 30 tahun. Dari sekian tahun lamanya, Teknik Nuklir UGM telah melahirkan 700 lebih alumni. Tentunya diantara mereka muncul beragam ahli di berbagai bidang seperti Dr. Widi, salah satu ahli kontrol terbaik di Indonesia, Dr. Yudi Utomo, ilmuwan Nuklir hebat yang diakui di dunia, Dr. Andang dan masih banyak lagi.
Dari sekian banyak alumni Teknik Nuklir, sebagian besar justru tidak berkiprah di bidang Kenukliran. Hal ini sangat berhubungan erat dengan gagalnya berbagai rencana pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pendirian pendidikan Teknik Nuklir sendiri memang bertujuan untuk menyiapkan tenaga ahli dalam persiapan pembangunan PLTN. Gagalnya berbagai rencana PLTN menyebabkan para alumni Teknik Nuklir mencari-cari karir sendiri. Dari sana dapat diambil kesimpulan kalau banyak alumni Teknik Nuklir yang berkiprah di bidang Teknologi Informasi dan industri perminyakan. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan apa yang mereka pelajari di kampus.
Dewiq, The most fave song writer 2007
Tahun 2007 ini sepertinya menjadi tahunnya Dewiq, istri gitaris BIP Pay. Lagu-lagu ciptaannya berhasil mengantarkan beberapa penyanyi mencapai tangga popularitas. Lagu-lagunya juga selalu menjadi hits single pertama. T2 mencapai sukses dengan lagu ‘OK’. Dewi Sandra kembali dikenal dengan lagu ‘I Love U’. Ussy, mulai menapak naik dengan lagu ‘Klik’. Sebelumnya, Gita Gutawa dibawa ke puncak dengan lagu ‘Kembang Perawan’ dan ‘Bukan Permainan’ yang lagi-lagi sukses menjadi hits. Saat ini, pecinta musik kembali diguncang lagu Dewiq ‘Kucinta Kau Apa Adanya’ yang berhasil menguasai tangga lagu di berbagai radio setelah dibawakan oleh Once.
Bahkan, vokalis NaFF yang juga pencipta lagu-lagu hits NaFF, Ady, memulai karir solonya dengan lagu ciptaan Dewiq ‘Cinta Memilihmu’. Karir Dewiqpun benar-benar bersinar di 2007 ini. Dewiq sendiri sebenarnya adalah seorang penyanyi solo. Namun karirnya tidak terlalu menanjak. Terakhir, Dewiq membawakan single ‘Lebih darimu’. Di dunia cipta-mencipta lagu, Dewiq sebenarnya bukan orang baru. Karirnya sudah dimulai sejak 1998. Ketika itu, Shaden dibawa ke puncak popularitas dengan lagunya yang bener-bener nendang ‘Dunia Belum Berakhir’. Penyanyi-penyanyi baru pun seolah latah ingin dibuatin lagu oleh Dewiq. Tentunya kesuksesan saat ini tidak diraih dengan mudah. Berbagai kegagalan dimulai dari ketabahannya mengurus Pay yang pernah menjadi pecandu narkoba sampai karir menyanyinya yang mentok. Sungguh perjuangan yang berat bagi Dewiq. So, sukses deh buat Dewiq.
FOTO GLOBAL WARMING
Saat aku belajar Instrumentasi dan Kontrol
Rekan-rekan semua, jangan heran jika saya belajar Instrumentasi dan Kontrol. Kebanyakan orang menganggap bahwa dunia ini adalah milik Teknik Elektro. Padahal dunia kerja justru menganggap bahwa Teknik Fisika adalah pemilik sah keahlian jenis ini. Mengapa?? Karena keahlian ini sangat membutuhkan ilmu interdisipliner yang hanya didapat di Teknik Fisika dan (menurut saya) Teknik Mesin serta Ilmu Fisika di Fakultas MIPA. Semua mahasiswa yang kuliah di Teknik Fisika pasti merasakan bahwa kuliah akan banyak diisi dengan kata pemodelan, bagaimana mendapatkan variable fisisnya, bagaimana mengontrol atau memanipulasinya, dan bagaimana agar outputnya sedekat mungkin dengan yang kita inginkan. Tentunya kesemuanya itu juga dikombinasikan dengan kata-kata dari planet lain macam Signal Processing, System Dynamics/identification, matematika yang bikin mumet serta berbagai macam deret dan transformasi matematika.
Dari sana sebenarnya saya bisa menyimpulkan bahwa akar dari Ilmu Kontrol sebenarnya pemodelan matematikanya. Hal ini terutama adalah pemodelan sistemnya. Contoh, di Kontrol Otomatis kita memodelkan system dengan domain waktu dan frekuensi (Persamaan Differensial dan Transformasi Laplace). Bergerak ke Kontrol Modern kita akan mengenal State-space equation sebagai bentuk pemodelannya. Beralih ke Kontrol Digital, kita akan mengenal Transformasi Z. Di Kontrol Cerdas kita akan bermain logika karena ini adalah system cerdas yang memungkinkan mesin dicoba untuk berfikir seperti manusia (banyak yang menyebutnya dengan sebutan Neuro-Fuzzy dan Artificial Neural-Network ). Di Kontrol Proses kita akan mengenal bentuk fisis nya dan bukan lagi pemodelan. Walhasil kita akan bener-bener tahu yang namanya Kontrol itu ya di Kontrol Proses menurut saya. Parahnya, di Teknik Fisika, kemampuan Kontrol benar-benar ditekankan. Buktinya, pembelajaran Kontrol banyak diulang diberbagai mata kuliah seperti Sinyal dan Sistem yang juga mempelajari berbagai macam jenis transformasi. Alhasil kita benar-benar menguasai karena diulang-ulang terus sampai ada di luar kepala.
Ilmu Kontrol emang menarik. Lapangan kerjanya juga sangat luas. Bahkan disegala bidang industri manufaktur sekarang ini sangat banyak dibutuhkan lulusan dibidang Instrumentasi dan Kendali. So, anda tertarik?? Masuk aja ke Teknik Fisika UGM hehe… Ups, suatu saat saya mau bahas banyak tentang dunia Instrumentasi dan Kontrol melalui blog ini. Ditunggu ya….
