Andhy Fathoni

tentang sebuah perjalanan…

Archive for July 2007

CO2, sumber-sumber dan pergerakannya

with one comment

Berbicara mengenai pemanasan global tidak akan lepas dari naiknya konsentrasi CO2 di atmosfer bumi. CO2 berperan sangat penting dalam efek rumah kaca yang disebut-sebut sebagai penyebab utama pemanasan global.

CO2 sendiri pada dasarnya adalah produk alami dari suatu reaksi pembakaran. Tidak dapat dipungkiri, pembakaran bahan bakar fosil menjadi sumber utama penghasil emisi CO2 di bumi.

Sebelum revolusi industri dimulai, konsentrasi gas CO2 di atmosfer
sama dengan 280 ppmv (parts per million by volume). Saat itu, kehidupan masih menggunakan tenaga manusia. Bahkan sudah mulai digunakan beberapa jenis energi terbarukan seperti energi air untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari. Hal itu berubah total ketika James Watt, anak seorang ahli instrument galangan kapal, menemukan mesin uap pertama kali di Glasgow. Industri pertama yang menggunakan mesin uap adalah industri pertambangan di Birmingham, Inggris. Sejak saat itu, dimulailah revolusi industri. Sumber-sumber mineral dikeruk dari perut bumi dan dijadikan sumber energi utama. Boleh dibilang, energi fosil sangat mudah didapat dan sangat murah. Hal ini secara tidak langsung memaksa manusia menggunakan energi fosil tanpa memikirkan akibatnya lebih jauh. Alhasil, kenaikan kadar CO2 tidak bisa dihindari. Sampai tahun 1992 konsentrasinya naik menjadi 355 ppmv. Berarti ada kenaikan 30 persen dibandingkan keadaan sebelum revolusi Industri.

Saat ini, Pembangkit Listrik menjadi sumber utama penghasil CO2. Hal ini disebabkan ketergantungan yang berlebihan terhadap batubara. Industri pembangkitan listrik menyumbang 37 % emisi CO2 global. Angka ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun karena industri satu ini adalah industri yang sangat cepat berkembang. Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia, Cina dan India, pemakaian listrik naik hampir 1 % tiap tahun. Diperkirakan, dalam 20 tahun, Negara-negara berkembang akan menyumbang 44% dari pembuangan total CO2 ke atmosfer bumi. Sebuah peningkatan yang cukup besar mengingat angka saat ini sekitar 27-28%.

Dunia Industri manufaktur juga menyumbang emisi CO2 dalam jumlah besar. Penemuan mesin pembakaran internal di tahun 1970-an ikut memicu permintaan terhadap minyak bumi. Suatu bahan bakar cair dengan kandungan energi yang sangat tinggi. Ironisnya, dunia manufaktur telah menelurkan alat-alat yang berujung pada kasus pemborosan. Ambil contoh, mobil dan motor. Sebagian besar reaksi kimia pembakaran bensin pada motor dan mobil bukan diubah untuk menggerakkan piston tapi dibuang sia-sia sebagai panas. Hal ini pulalah yang menyebabkan kemacetan di kota-kota besar ikut andil dalam pembuangan CO2 dalam kadar tinggi. Sistem motor listrik mengindikasikan efisiensi yang lebih baik daripada motor bensin. Sayangnya, 99% kendaraan di dunia didominasi oleh teknologi motor bensin.

Dalam 100 tahun terakhir, emisi CO2 mengalami kenaikan sebesar 2,5 % setiap tahun dan diperkirakan akan meningkat 3 tiga kali lipat dari keadaan saat ini. Konsentrasi CO2 juga diperkirakan akan meningkat mencapai 500 sampai 600 ppmv pada pertengahan abad 21. Peningkatan ini cenderung tidak berhenti karena didukung penyusutan hutan yang cukup besar. Para ahli meyakini bahwa penyusutan hutan menyumbang 23% kenaikan CO2. Prediksi terakhir dari IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) Working Group 1 ( IPCC Working Group 2; 2001) sendiri menyatakan bahwa sejalan dengan kenaikan kadar CO2 di atmosfer bumi, akan terjadi kenaikan suhu rerata permukaan terhadap keadaan tahun 1990 sebesar 1,4-5,8oC sampai tahun 2100 dengan keragaman yang berbeda secara regional.

Negara-negara besar menjadi ‘terpidana’ dalam kasus ‘sumbang-menyumbang’ CO2 di atmosfer. Dalam daftar 10 besar negara pengemisi CO2 (data wikipedia.org) terdapat Amerika serikat, Republik Rakyat China, Rusia, India, Jepang, Jerman, Inggris Raya, Kanada, Korea dan Italia. AS menyumbang 20% (sekitar 4,8 milyar metric-ton). Penelitian dengan indicator lain berupa emisi per kapita tetap menunjukkan bahwa peran AS adalah yang tertinggi.

Indonesia sendiri sedikit beruntung dengan ‘hanya’ berada di posisi ke-19 setelah sebelumnya bertengger di urutan 23. Dari studi yang dikutip dari World Bank (1994) menunjukkan peran Indonesia pada tahun 1989 sebesar 1,6-1,7% dengan jumlah sebesar 85 juta ton. Diprediksikan, angka ini akan meningkat drastis mencapai 860 juta ton pada tahun 2020.

Sebuah hal yang patut untuk dicermati, pemanasan global memiliki dampak yang sangat buruk bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Kenaikan permukaan air laut bisa menghempaskan pulau-pulau rendah dan mengubahnya menjadi lautan dangkal.

Written by fathonezic

July 27, 2007 at 7:09 pm

Posted in Teknik Fisika

PLTN : Sudahkah kita mampu ??

with 6 comments

Polemik yang mendera bangsa Indonesia di bidang energi terasa semakin pelik. Berbagai kebijakan energi yang diterapkan pemerintah tidak mampu meyakinkan rakyat. Sementara itu, tuntutan pemenuhan kebutuhan energi semakin mendesak. Setelah melalui berbagai kajian mendalam, pemerintah memutuskan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pembangkit ini direncanakan akan dibangun di daerah pegunungan Muria. Sebuah daerah berbukit di sebelah utara kota Jepara. Pegunungan Muria dianggap paling memenuhi syarat sebagai tempat berdiri dan beroperasinya PLTN. Selain karena aman dari gempa, daerah Muria juga sangat dekat dengan sumber air (Laut Jawa) yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor nuklir setelah ‘lelah’ bekerja. Dengan dibangunnya PLTN, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang selama ini diandalkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Yang menjadi pertanyaan, sudahkah kita mampu membangun PLTN dan menanggung segala resiko yang mungkin terjadi?? Sudah bukan rahasia umum jika PLTN sampai saat ini masih dipertanyakan sistem keamanannya. Tragedi Chernobyl, dan Three Mile Island di Amerika Serikat cukup dijadikan bukti bagi masyarakat untuk menolak PLTN. Bahkan, bom atom yang meluluhlantakkan kekuatan Jepang di Perang Dunia kedua pun belum lekang dari memori. Tak ayal, penolakanpun terjadi dimana-mana. Terlebih lagi bagi warga Kudus dan Jepara yang merasa telah dijadikan ‘kelinci percobaan’ bagi proyek pemerintah ini. Mereka dengan lantang menyuarakan suara hati melalui demo yang digelar di berbagai tempat dan (entah mengapa) mengatasnamakan diri pembela lingkungan.

 Sumber energi alternatif

Beberapa ahli mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya masih memiliki alasan untuk tidak terburu-buru dalam membangun PLTN. Salah satunya adalah dengan mengupayakan pengembangan teknologi energi terbarukan. Apalagi, Indonesia memiliki sumber daya terbarukan yang lebih dari cukup untuk dikembangkan. Fakta di lapanganpun menegaskan demikian. Garis pantai terpanjang kedua di dunia memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki potensi di bidang energi angin. Kenyataan bahwa negara kita dilalui garis katulistiwa membuat prospek energi matahari sangat cerah untuk dikembangkan. Belum lagi sumber daya bahari disertai sumber air mengalir yang melimpah memperlihatkan bahwa energi biodiesel dan mikrohidro bukanlah sebuah mimpi. Jika masih kurang, deretan gunung api mengindikasikan Indonesia memiliki sumber panas bumi yang besar bahkan merupakan yang terbesar di dunia. Hanya saja, bukan perkara mudah mengubah sumber daya sebesar itu menjadi energi yang bisa dimanfaatkan. Panas Bumi misalnya. Regulasi dan nilai investasi yang terlalu tinggi membuat investor tak tertarik untuk bermain lebih jauh di bidang ini. Bahkan untuk pengembangan solar cell atau energi mataahari, kita harus siap-siap untuk tak pernah mendapatkan modal kita kembali. Untuk membangun suatu windfarm (ladang kincir angin), ternyata bukan hanya dibutuhkan kecepatan angin yang memadai. Ketersediaan bahan baku dan kelengkapan infrastruktur juga diperlukan. Sampai saat ini, baru Mikrohidro dan Panas Bumi yang secara nyata dikembangkan bukan sekedar bentuk penelitian. Perusahaan energi Chevron dan PT Geodipa Energi mengambil langkah berani dengan terjun pada penambangan panas bumi. Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sudah dikembangkan di beberapa daerah. Salah satunya adalah di Papua Barat dimana PLTMH dijadikan andalan dalam memasok listrik.

Kembali ke PLTN

Sulitnya mengembangkan energi terbarukan masih ditambah dengan sulitnya energi terbarukan memenuhi kebutuhan listrik dalam jumlah langsung secara instan. Hal ini memaksa kita kembali berpaling pada PLTN. Berbeda dengan sumber energi lain, dengan sedikit bahan bakar, energi yang dihasilkan PLTN sangat besar. 1 kg bahan bakar nuklir dapat menghasilkan energi yang setara dengan 12.000 barel minyak bumi. Selain itu, harga bahan bakar nuklir (uranium dan plutonium) juga sangat murah. Dari segi tenaga ahli, pendirian program studi Teknik Nuklir di Fakultas Teknik Unversitas Gadjah Mada pada tahun 1978 menjadi sebuah jaminan. Hanya saja, banyak masyarakat bertanya, bisakah semua itu menjadi garansi keamanan PLTN?? Pengalaman kita sampai saat ini baru sebatas riset. Apakah dengan berbekal pengalaman itu cukup untuk menghandle sebuah PLTN yang menyimpan bahaya begitu besar?? Terjadinya kebocoran radioaktif pada instalasiPLTN di Kashiwazaki di Jepang setelah terkena gempa semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Lantas bagaimanakah pemerintah mencoba meyakinkan masyarakat bahwa Muria aman dari gempa sementara ingatan kita masih segar dengan gempa Jogja?? PLTN memang bisa memberi kita keuntungan besar. Namun dibalik semua itu kemampuan kita meminimalkan bahaya yang munkin terjadi masih banyak diragukan. Lalu, sudahkah kita mampu??

Written by fathonezic

July 27, 2007 at 6:46 pm

Posted in Teknik Fisika

Lowongan di Conoco Phillips

with one comment

ConocoPhillips; System Specialist – LPG FSO Conversion
Indonesia career vacancy July 21, 2007 – August 04, 2007

EMPLOYMENT OPPORTUNITIES AT CONOCOPHILLIPS
ConocoPhillips is an international, integrated energy company headquartered in Houston, Texas, and operating in more than 40 countries. As a Production Sharing Contractor for BPMIGAS, we operate many producing and exploration blocks in Indonesia. To support our expanding operations in Indonesia, ConocoPhillips is looking for talented Indonesian nationals to fill in the following position.

SYSTEM SPECIALIST – LPG FSO CONVERSION

Responsibilities:

• The Position will become part of team to develop the technical bid spec for Permanent LPG FSO CONVERSION. The work to develop the technical Bid Specifications is scheduled to start and to progress during 2007, to continue with technical reviews during 2008 through Contract award in 2008 and project execution and delivery in 2009. In consequence the position needs to be filled in the year 2007, until end project in 2009.
• This position will lead a team of two national engineers (one electrical engineer, one instrument engineer) during the engineering design, conversion and commissioning work. This position also will be responsible to mentor and to train the selected national Electrical Engineer and Instrument Engineer for them to become Electrical and Instrumentation specialists for potential future assignment to other COPI projects.

Qualifications and Experience:

• Experience min. 15 years on Engineering and Design marine and offshore electrical and instrumentation systems for installation and operations onboard “special vessels with LPG Gas process and handling facilities”, and Extensive and proven experience in the design and engineering of electrical power generation, distribution and control of medium and low voltage AC systems and instrumentation systems.
• Proven experience in engineering and design of high voltage electric swivel connection and SCADA and PLC based control systems are critical for the position.
• Extensive and proven experience in working at shipyards for the conversion and fabrication LPG vessels and LPG FSO projects; and
• Good command of the English language as required to work with interdisciplinary project teams and international contractors

Those who are interested and meet the above requirements, write down THE POSITION TITLE you apply in the subject of your email. Send your application and CV not later than two weeks after the publication of this advertisement to:

RSCIndonesiaRecruitment@conocophillips.com

Only short listed candidates will be contacted for further interview.

Written by fathonezic

July 24, 2007 at 5:47 pm

Lowongan PT Freeport

with 7 comments

Teknik Fisika semakin diakui. Lulusannya makin banyak dicari perusahaan besar. Lowongan dibawah ini contohnya…

PT Freeport Indonesia; 6 Positions
Lowongan kerja teknik perusahaan tambang emas PMA di papua Juli July 11, 2007 – Agustus August 10, 2007

Career Opportunities at PT Freeport Indonesia
SUPERINTENDENT PROCESS CONTROL

Specific Requirements:
• Chemical Engineering (teknik kimia)or Engineering Physics (teknik fisika) with control systems emphasis background. Above 5 years Process Control experience in a Factory or Plant environment in the process industry (mineral processing desirable) with DCS control experience designing, configuring and optimizing complex control loops; Some PLC experience desirable; Some VB, VBA, or IT program experience; Quick adapting to, or enjoy, remote location living (work and leisure balance); Some project management/execution (conception to start-up) experience; Proactive process control loop maintenance management experience; Process Alarms maintenance and optimization experience.

GENERAL FOREMAN CONSTRUCTIONS RIGGER

Specific Requirements:
• S1 degree in Civil (teknik sipil) or Mine Engineering (teknik tambang/pertambangan) with at least 5 years working experiences as rigger.

SUPERINTENDENT ADVANCED PROCESS CONTROL

Specific Requirements:
• Bachelor degree in Metallurgical [metalurgi] (mineral processing), chemical (kimia), electrical (elektro/elektronik), or mechanical engineer (teknik mesin/mekanik) in excess of 10 years experience in the application of advanced process control in process industries preferably a master in advanced process control; IT applications in real time process control experience (fuzzy, model based, or multivariable/predictive, systems setup and configuration, Spreadsheet applications in data analysis or statistical software applications and some IT database experience.

CHIEF ENGINEER CIVIL GEOTECHNICAL

Specific Requirements:
• S1 degree in Geotechnical, Geological, Geodesy Engineering (teknik geoteknik, geologi, geodesi) with minimum 5 years working experience on civil-geotechnical section/projects, preferably in mining industry. Computer literacy and good understanding in practical geotechnical engineering software preferably SLOPE/W, PLAXIS, AutoCAD and AutoLAND. Able to operate the tools of theodolit, total station, level and gps; and familiar with traverse, dan Loop.

SUPERINTENDENT DUMP & SPECIAL PROJECT

Specific Requirements:
• S1 degree in Mine Engineering (teknik tambang pertambangan) with at least 10 years working experience in mining operations; experience with shovel and truck operations and dispatch; open pit mining operations; experience in Under Ground Operation or Engineering (Block Caving is preferable); Knowledge in Geo-technical and Geological Analysis; Have a background in Blasting Technique (KIM & Blaster 2); Able to operate AutoCAD, Vulcan, Shot plus-I, Microsoft Project.

Engineer Electrical & Instrumentation

Specific Requirements:
• S1 degree in Instrumentation Engineering (teknik instrumentasi) with at least 5 years working experiences preferably in mining industries.

General Requirements:
• Knowledge and ability in English both oral and written
• Good communication and supervision skills.
• Computer Literacy and good understanding in practical.
• Willing to work in a remote area – Papua
• Core competencies and skills in: Achievement Orientation, Analytical Thinking, Customer Service Orientation, Safety and Environment, Cultural Sensitivity, and Team Leadership.

If you are interested in career opportunity with us, please submit ONLY your Comprehensive Resume/CV stated with scanned Photo and Academic Transcript in Ms. Word. Please send No later than 1 month after this publication and include the Job Title. Only Short-Listed Candidates Will Be Notified for Interview.

The Email Subject is your Job Title to PTFIRecruiting@fmi.com

Written by fathonezic

July 24, 2007 at 5:46 pm

Lowongan engineer control

without comments

PT. MES ASIA PACIFIC, a German engineering company for Power and Control system, is looking for Service Engineers with qualifications as follow:

* Graduate in Electrical/Physic Engineering
* Strong knowledge in: Control System, Programming, and Software Engineering
* Creative, Diligence and Persistence
* Able to work independently as well as in teamwork

Please send your application letter and resume (prefer in .pdf file) before 31 August 2007 to:

PT. MES Asia Pacific
German Centre 2100
BSD Tangerang – 15321
Email: job@mes-ap.com

Written by fathonezic

July 24, 2007 at 5:44 pm

Beratnya semester 4

with 2 comments

Yah, hari ini semua nilai resmi keluar. Tentunya aku bisa sedikit tertawa sekarang. Semester ini harus diakui merupkan semester terberat. Banyak matakuliah yang sangat berat seperti Radiasi Visual, Perpindahan Panas dan Dinamika Sistem. Nilai2ku banyak dihiasi huruf C.

Pada akhirnya aku sudah pasrah. Semester depanpun sudah kurancang mata kuliah apa aja yang bakal kuambil untuk memenuhikuota 21 sks. Semuanya berubah total saat aku memasuki kampus pagi ini. Mataku berbinar karena beberapa matkul 3 sks keluar dengan huruf A!! Nilai itu ternyata cukup untuk menutup nilai C yang 4 kali kudapatkan. Nilaipun melonjak drastis menjadi 3,083. Waaah, harus mikir lagi ni, Coz’, semester depan aku bisa ambil 24 sks. Sisa 3 sks ngambil apa ya??

Yang pasti ada beberapa mata kuliah yang hasilnya aneh. Kontrol Otomatis aku sangat yakin bisa dapat A soalmya aku sangat menguasai mata kuliah ini. Hasilnya?? Cukup B. Lanjut ke Teknik Tenaga Listrik. Yang ini aku yakin banget bisa. Hasilnya?? C!! 

Fortunately, nilai2 aneh itu ditutup oleh nilai2 ajaib pula. Dinamika sistem. Ujian mid dan akhirku cuma bisa 30%. Benar2 gak meyakinkan. Nilai akhir?? Aneh, aku dapat A!! Mungkin kayaknya gak mungkin, tapi, itulah kenyataannya. PPM?? Berhubung aku gak mudeng soalnya, aku cuma menulis ulang contoh soal dari catatan. Ajaib, bermodal nekat dengan resiko nilai E, aku justru dapet B. Kuliah memang aneh…!!!

Written by fathonezic

July 19, 2007 at 8:36 pm

Kamase lolos Mondialogo Competition

without comments

Setelah ditunggu sedemikian lama, akhirnya berita menggembirakan itu datang juga. Kamase (Komunitas Mahasiswa Sentra Energi) UGM berhasil masuk 20 besar tingkat dunia dalam Mondialogo Competition yang diselenggarakan UNESCO. Padakompetisi inikami mengajukan tema “The making of clean water based renewable energy” alias “Pembuatan air beris berbasiskan energi terbarukan” Dalam waktu dekat, kami (Kamase) harus presentasi di depan juri pada tanggal 19 Agustus di India. Sayangnya, tidak semua anggota tim bisa ikut karena hanya 1 yang diundang untuk mewakili presentasi. Saya sendiri sebenarnya pengen banget ikut mewakili ke India (Belum pernah ke luar negeri, coy!!). Sayangnya, pada tanggal itu saya justru sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan Pameran Komputer Digicomp Expo. Yah, gak papalah.

Sedikit informasi, Kamase adalah suatu kelompok studi mahasiswa UGM yang perduli akan kelangsungan aplikasi teknologi energi terbarukan di Indonesia. Kamase berdiri secara independen di bawah bendera UGM. Kamase didirikan oleh beberapa mahasiswa Teknik Fisika angkatan 2000. Mereka saat ini sudah lulus dan sudah bekerja di perusahaan2 besar. Mas Anto bekerja di China National Oil Offshore Company (CNOOC), mas Ariel di Departeman Pekerjaan Umum, mas Aslah di Chevron, mas Arsianto di Yokogawa (Vendor Instrumentasi), mas Ihsan di Federal International Finance (FIF) dan mas Ahmad yang kabarnya sedang meniti karir sebagai birokrat. Kamase sendiri saat ini diketuai oleh Ery (Teknik Fisika ‘03). Kamase juga memiliki tim buletin Kabare Kamase dengan pemimpin redaksinya Andhy Muhammad Fathoni (Teknik Fisika ‘05) yang tak lain adalah saya sendiri.

Written by fathonezic

July 19, 2007 at 6:44 pm

Posted in Teknik Fisika